Kemaren ngobrol-ngobrol sama Yusri dan temen kuliah dari Pakistan, Thayeb. Waktu itu tiba-tiba di a nyeletuk tanya sama Yusri, “How old are you?” terus kata Yusri “Seventeen”. Aku ketawa, terus dia juga ketawa. Dia geleng-geleng nggak percaya. “OK. Eighteen”, kata Yusri lagi. Dia tambah ketawa dan geleng-geleng nggak percaya. Terus Yusri bilang, “Just guess!”. Sebentar dia berpikir, “Twenty-three”. “Yupe” kata Yusri sambil ketawa juga. Habis itu, Thayeb bertanya juga kepadaku, “How about you? How old are you?” Aku bilang, “Guess again.” Dia terdiam sebentar. “Twenty-seven” katanya. Aku tergelak, “Do I look twenty-seven?” Yusri menyahut, “My neighboor is twenty-seven. He’s not.”, sambil menunjuk ke kamar sebelahnya tempatnya Defa. Sambungnya, “He’s less than that, because my neighbour is our senior.” “OK, twenty six then”, kata Thayeb. Aku tersenyum sambil bilang, “Actually about one and a half year younger.”

Habis itu, Thayeb bercerita kalau dia menebak umurku 27 itu karena badanku kelihata lebih besar dari Defa dan mmm… sepertinya juga karena aku memelihara janggut yang lumayan lebat…😀. Lau dia bercerita juga sewaktu dia berkenalan dengan tetangga kamarnya yang orang Jerman, dia disangka sudah berusia di atas 28 tahun, padahal dia baru 26. Yah nggak jauh juga sih, tapi yang menarik mungkin karena wajahnya memang kelihatan setidaknya 2 tahun lebih tua… (seperti wajahku juga kali ya). Apalagi dia janggutnya cukup lebat juga kalau pas sedang panjang dan belum dicukur (dia sih rajin cukur sepertinya, nggak seperti aku yang suka memelihara janggutku..🙂 ). Lebih lucu lagi dia ganti bertanya dengan tetangganya itu berapa usianya, dan ternyata usianya baru 20 tahun, padahal Thayeb menyangka sudah 25 tahun… sewaktu aku tanya kenapa, dia bilang, “Because his body is so big, that I cannot imagine him as 20 years old guy.”

Benar juga kalau kata orang, umur itu sesuai penampilan. Tegantung penampilan kita di mata orang, kita bisa dikira lebih tua atau lebih muda. Orang yang sedang stress biasanya tampak lebih tua dari usia sebenarnya. Sementara yang sedang berbahagia, bisa terlihat lebih muda. Makanya kosmetik laris sekali apalagi buat para wanita. Kenapa? Soalnya para wanita biasanya suka kalau dipuji kelihatan lebih muda dari usianya, jadi selalu berusaha ingin tampak lebih muda. Caranya ya pakai kosmetik itu lah. Bahkan sampai ada yang rela wajahnya dan badannya dipermak pakai bedah plastik hanya biar tampak lebih muda dan tentu saja lebih cantik…
Nggak tahu juga apa komentar istriku kalau aku bilang seperti tadi. Yang jelas kalau istri saya sih rasa-rasanya sih biasa saja kalau soal kosmetik, termasuk kalau mau pergi ke mana-mana. Alhamdulillah juga soalnya nggak repot kayak ibu-ibu yang kalau mau pergi kondangan harus nyalon (maksudnya pergi ke salon) berias berjam-jam. Buatku yang penting ya cuma satu, istri itu berhias untuk suaminya bukan untuk orang lain, dan alhamdulillah istriku juga punya pandangan yang sama…🙂.